Disbudpar Fasilitasi Penyelenggaraan Hus Oehandi

Warta Disbudpar Kamis, 26 Juli 2018 Admin05 411

Hus Oehandi Rote Ndao Tahun 2017

Kekayaan budaya daerah merupakan salah satu potensi yang dimiliki dan harus dijaga agar dapat bertahan dan lestari demi pengukuhan jati diri dan kepentingan nasional. Oleh karenanya, dalam rangka mempertahankan dan melestarikan budaya daerah termasuk budaya Hus tersebut, maka pada tahun 2017, Pemerintah Daerah Rote Ndao melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rote Ndao memfasilitasi penyelenggaraan Hus Oehandi di Desa Oehandi.

Penyelenggaraan Hus Oehandi ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 21-22 Agustus 2017 di Hus Oehandi, Desa Boni Kecamatan Rote Barat Laut, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh panitia, pemilik Hus dan Kepala Desa Oeahandi. 

Sesuai dengan maknanya, dimana upacara adat Hus adalah sebuah pesta rakyat berupa pawai berkuda yang jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan kuda, maka pada hari pelaksanaannya Bupati Rote Ndao beserta rombongan yang terdiri dari Wakil Bupati, Kapolres Rote Ndao, unsur Forkopimda dan Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao disambut dengan pasukan berkuda sebanyak 75 (tujuh puluh lima) ekor kuda dari depan Gereja Oehandi  sampai ke lokasi Hus Husulai, tempat kegiatan berlangsung. 

Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan tarian Te’o Renda oleh sanggar seni Desa Oehandi serta  pengalungan Selimut dan Ti’i Langga. Setelah seremoni pembukaan, acara yang sumber dananya bersumber dari APBD II Kabupaten Rote Ndao ini, dilanjutkan dengan pemotongan buah kelapa yang merupakan  simbol  dalam ritual hus dan mengandung makna pendinginan lokasi serta  sebagai pertanda apakah permohonan yang disampaikan oleh masyarakat yang melakukan Hus dikabulkan atau tidak. 

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan hiburan berupa permainan musik tradisional gong, persembahan tari-tarian tradisioanal Rote Ndao oleh sanggar seni Desa Oehandi dan paritisipasi dari masyarakat Desa Oehandi serta layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis Dari Puskesmas Rote Barat Daya selama 2 (dua) hari. Acara hiburan berlangsung hingga malam hari. Acara puncak Hus Oehandi diisi dengan berbagai kegiatan lomba yang bersifat hiburan dengan mengikut sertakan 100 (seratus) ekor kuda yang berasal dari Kecamatan Rote Barat Daya, Rote Barat Laut dan Lobalain. Lomba kuda hias, diikuti 10 (sepuluh) ekor  kuda, lomba rebutan bendera, diikuti oleh 100 (seratus) ekor kuda, uji ketangkasan berkuda diikuti oleh 100 (seratus) ekor kuda.

Dari sepuluh ekor kuda yang mengikuti lomba kuda hias, tim penilai berhasil menetapkan tiga ekor kuda terbaik, sementara dari atraksi rebutan bendera yang diikuti hingga seratus penunggang kuda, hanya 3 penunggang saja yang berhasil merebut 3 (tiga) bendera. Bagi pemenang kedua lomba di atas mendapat hadiah berupa uang tunai, sementara uji ketangkasan berkuda, para penunggang berjuang merebut hadiah-hadiah hiburan yang disiapkan oleh panitia.

Selain tiga bentuk permainan atraksi kuda di atas, juga dilakukan acara lomba panjat pinang yang diperuntukan bagi anak-anak dan remaja, serta permainan pencak silat tradisional (li butu) yang diperuntukan bagi orang dewasa. Kedua mata acara ini merupakan acara tambahan dari panitia local Desa Oehandi.

Sekitar ribuan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua berbondong-bondong menyaksikan foti hus/ladi limba ini. Yang hadir tidak saja dari desa Oehandi tetapi juga dari desa-desa tetangga, sebagaimana biasanya dilakukan pada waktu Hus, bahkan dari kecamatan lain juga datang untuk menyaksikan keramaian ini. Nampak semua warga masyarakat yang hadir sangat menikmati acara yang berlangsung, bahkan ikut berparitisipasi terutama pada acara hiburan berupa tarian Rote dan tarian masal dari daerah lain seperti tarian Mogi dan lagu-lagu lainnya.

Setelah  semua acara inti yakni atraksi uji ketangkasan berkuda, lomba kuda hias, rebutan bendera dan panjat pinang, dilanjutkan dengan acara penutupan secara resmi oleh Camat Rote Barat Daya mewakili Bupati Rote Ndao. Setelah acara penutupan tersebut, warga masyarakat yang hadir masih terus menari, kebalai dan lainnya.  Seluruh rangkaian acara pada hari terakhir berakhir pada pukul 18 : 00 Wita.

Dokumentasi pelaksanaan kegiatan Hus Oehandi ini dapat dilihat di sini.

Sumber : Laporan Kegiatan Panitia

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Kabupaten Rote Ndao